WILAYAH INDUSTRI BARU DI MOJOKERTO - JAWA TIMUR
![]() |
Lahan untuk Industri banyak dijual di Mojokerto |
Di Kabupaten
Mojokerto telah siap tanah / lahan untuk kawasan industri sekitar 10.000
hektare. Tanah seluas itu berada di
empat kecamatan wilayah utara sungai brantas. Lahan seluas 10.000 hektar ini guna
dijadikan sebagai lokasi kawasan industri. Pemerintah Mojokerto, sengaja menyiapkan
lokasi lahan untuk industry di kawasan utara guna menyongsong selesainya proyek
tol Surabaya-Mojokerto yang pengerjaan tinggal tersisa sekitar 30 % Berdasarkan
permintaan pasar, wilayah utara Mojokerto memang di pilih sebagai kawasan
industrI. Salah satu alasannya karena berdekatan dengan akses jalan TOL SUMO (SURABAYA
– MOJOKERTO) yang akan segera selesai.
“Lahan yang telah disiapkan adalah sebanyak
10.000 hektar," kata Mustofa ketika dikutip dari Siaran Pers
![]() |
tanah non industri di pusat kota mojokerto |
Agar kebijakan pengembangan dan
pembukaan lahan untuk kawasan industri baru Mojokerto itu bisa diterima, maka pemerintah
Mojokerto telah melakukan beberapa sosialisasi dengan begitu harapannya akan banyak
melibatkan masyarakat.
"Proyek pengembangan kawasan
industri ini akan segera direalisasikan dengan lama pengerjaan selama lima
tahun. Proyek ini akan dimaksimalkan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi yang
impact-nya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mojokerto," demikian
Mustafa menerangkan.
TOL SUMO (SURABAYA-MOJOKERTO) TONGGAK INDUSTRIALISASI MOJOKERTO
![]() |
Tanah non industri di pusat kota mojokerto |
![]() |
Jalan konstruksi COR BETON menyambut area industri mojokerto |
Akan tetapi tanah / lahan dengan tawaran Rp200.000,- permeter itu tidak lantas membuat penduduk rela begitu saja melepaskannya. Maklum mungkin sudah secara turun temurun warga telah mewarisi tanah subur yang mereka kelola sekrang. Tanah mereka memang merupakan lahan yang sangat produktif untuk pertanian. Sehingga sudah barang tentu mereka mengaku berat melepaskan tanah yang selama ini menjadi tumpuhan hidup mereka, walaupun kebanyakan mereka rata-rata mengatakan mau melepaskan jika harganya cocok. Sebab iming-iming harga Rp200.000,- permeter menurut mereka belum seberapa jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang dekat dengan pabrik besar seperti di Wilayah Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo.
Hal lain
yang membuat para pemilik warga yang notabene adalah para petani yang ulet,
mereka bingung mau usaha apa. Mana mungkin ikut-ikutan bikin pabrik usaha saja
masih nol pengalaman? Mereka mengaku akan melepaskan tanahnya jika ada
kecocokan harga, walaupun hati dan pikiran tetap was-was terhadap pekerjaan
mereka setelah lahan sawah ladang mereka terjual. Sebab, selama ini bertani
adalah pekerjaan mereka yang utama, jika tanah-tanah itu jadi dilepaskan, maka
secara otomatis mereka juga akan berganti pekerjaan. Dan uang hasil penjualan
tanah itulah yang rencananya akan dijadikan modal usaha.
![]() |
Tiang pancang jalan tol di kesamben jombang dekat dengan Gedeg Mojokerto |
Kita
tegaskan kembali bahwa, walaupun belum selesai seluruhnya namun efek
pembangunan Tol Surabaya-Mojokerto ternyata sudah mulai terasa. Antara lain
adalah tanah dan lahan di daerah Mojokerto, terutama yang dilintasi jalan TOL
SUMO harganya menjadi membumbung tinggi. Spekulan-spekulan tanah berkeliaran, makelar
bermunculan bahkan ada saja orang yang berani mengadakan pertemuan dengan warga
dan mengaku sebagai pihak yang resmi dan sudah mendapatkan ijin dari pemerintah
Kabupaten Mojokerto.
Untuk mengantasipasi
efek positif Tol Sumo, pihak pemerintah Kabupaten Mojokerto memang sudah
menyiapkan lahan industri di daerah yang rencananya akan dijadikan kawasan
industri. Daerah ini rencananya berada di sebelah utara Sungai Brantas, yang
meliputi Kecamatan Gedeg, Jetis, Kemlagi dan Dawar Blandong. Nantinya, daerah
ini akan dibentuk mirip seperti kawasan Ngoro Industri Mojokerto yang sekarang
telah padat dengan bangunan pabrik dan industri. Selama ini Ngoro Industri Persada menjadi daya
tarik bagi investor asing (banyak dari Taiwan) untuk membangun pabrik di sana
dan telah banyak menyerap tenaga kerja di Mojokerto dan sekitarnya.
Walaupun banyak
pihak yang setuju terhadap rencana menjadikan lahan-lahan daerah sebelah utara
Sungai Brantas sebagai kawasan industri, akan tetapi juga tidak sedikit
penduduk di daerah ini yang merasa khawatir merasakan dampak negatifnya. Terutama
yang didepan mata adalah kehilangan lahan pertanian sekaligus mata pencaharian.
Banyak petani pemilik lahan yang mengaku rela melepaskan tanahnya karena
tergiur hasil penjualan tanah yang memang besar sekali. Setelah tanah dijual, mereka
harus berpikir ulang mendapatkan penghasilan. Dan yang paling dikhawatirkan
adalah mereka tidak bisa memanfaatkan uang hasil penjualan lahan untuk hal-hal
yang produktif (untuk buka usaha), tapi malah untuk kebutuhan konsumtif,
membeli kendaraan bermotor atau bahkan membangun rumah-rumah yang mewah. Tapi
memang semua kembali kepada masing-masing individu, bagaimana mereka bersikap
menghadapi perubahan lingkungan yang agraris menjadi lingkungan industri. Jika
kreatif kita yakin, uang hasil penjualan lahan akan mampu kembali menghidupi
mereka di Tanah Moyang mereka sendiri, Mojokerto. Mereka tidak perlu hijrah
dari desanya.
Seorang
warga bernama Rudianto juga sempat berpendapat bahwa, mereka adalah petani,
jadi jika mereka beralih profesi selain
bertani, saya khawatir mereka tidak terlalu menguasai pekerjaan barunya dan
yang terjadi malah kalah bersaing dengan yang lain. Selain itu, dampak
lingkungan juga dipastikan bakal terjadi, karena itu menjadikan suatu daerah
sebagai kawasan industri, harus melalui pengkajian yang seksama.
NIP KOMPLEK INDUSTRI YANG TELAH BERJALAN DI MOJOKERTO.
Ngoro
Industrial Park 1 (NIP 1) menempati lahan seluas 220 hektar di Ngoro,
Mojokerto. Posisi Kawasan Industri Ngoro terletak sekitar 50 KM ke arah selatan
Kota Surabaya, Jawa Timur. Pada mulanya kawasan industri Ngoro ini
dikembangkan oleh sebuah perseroan bersama-sama dengan RSEA
Engineering Corporation dengan penyertaan masing-masing 50% saham.
namun pada tahun 2013, perseroan ini mengambil alih seluruh saham RSEA
Engineering sehingga kepemilikan Perseroan di ngoro Industrial Park
menjadi 100%. Sementara itu, Ngoro Industrial Park 2 (NIP 2) juga telah membentang
di atas lahan seluas 225 hektar. Lokasinya tepat bersebelahan dengan Ngoro
Industrial Park 1. Pengembangan terakhir ini berkonsentrasi
pada perluasan lahan dan pembangunan infrastruktur
dasar. Pengembangan pada tahun 2013 antara lain melakukan perbaikan
infrastruktur dan fasilitas seperti pembuatan sumur dan tandon air,
pekerjaan slope protection dan dilakukan perluasan lahan.
Disaring dari berbagai macam sumber
RUTABA.COM
Jual beli rumah, tanah dan bangunan di Mojokerto dan Jombang
Cak Man (Suiman) Jl. Raya Prajuritkulon No.12 Kota Mojokerto
IM3 0856 55 25 75 91
Simpati 081 357 460 109
email : cakman_yes@yahoo.co.id